Cara Mengurangi Food Waste di Restoran dengan Frozen Food

by

in

Food waste menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi restoran, cafe, hotel, dan bisnis kuliner. Bahan makanan yang terlalu lama disimpan, pembelian stok yang berlebihan, hingga bahan baku yang rusak sebelum digunakan dapat meningkatkan biaya operasional.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi food waste adalah menggunakan frozen food sebagai bahan baku. Dengan penyimpanan yang tepat dan perencanaan stok yang baik, restoran dapat mengatur penggunaan bahan makanan dengan lebih efisien.

Apa Itu Food Waste di Restoran?

Food waste adalah makanan atau bahan makanan yang akhirnya tidak digunakan dan terbuang. Di restoran, kondisi ini dapat terjadi pada berbagai jenis bahan, mulai dari sayuran, buah, kentang, daging, hingga bahan untuk minuman dan dessert.

Contohnya, restoran membeli buah segar dalam jumlah banyak untuk membuat smoothie. Namun karena penjualan tidak sesuai perkiraan, sebagian buah menjadi terlalu matang dan akhirnya tidak dapat digunakan.

Hal seperti ini terlihat sederhana, tetapi jika terjadi terus-menerus, nilainya dapat menjadi cukup besar.

Mengapa Frozen Food Bisa Mengurangi Food Waste?

Frozen food memiliki keunggulan dari sisi penyimpanan dan pengaturan stok. Produk yang dibekukan dapat digunakan sesuai kebutuhan tanpa harus menghabiskan seluruh bahan dalam waktu singkat.

Restoran dapat mengambil produk sesuai kebutuhan operasional. Dengan begitu, risiko bahan makanan terbuang karena terlalu matang atau mengalami penurunan kualitas dapat dikurangi.

Beberapa kategori frozen food yang dapat membantu operasional restoran antara lain:

  • Frozen fruit
  • French fries
  • Frozen vegetables
  • Frozen beef
  • Frozen seafood
  • Frozen food untuk kebutuhan bakery dan dessert

1. Sesuaikan Pembelian dengan Kebutuhan

Kesalahan yang sering terjadi adalah membeli bahan makanan berdasarkan perkiraan tanpa melihat data penjualan.

Dengan menggunakan frozen food, restoran dapat membuat perencanaan stok berdasarkan kebutuhan aktual.

Misalnya, sebuah cafe rata-rata menggunakan 5 kg french fries per hari. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan stok mingguan maupun bulanan.

Perencanaan seperti ini membantu restoran menghindari pembelian berlebihan.

2. Kurangi Risiko Buah Segar Terbuang

Buah merupakan salah satu bahan yang relatif mudah mengalami perubahan kualitas.

Untuk menu seperti smoothie, milkshake, smoothie bowl, yogurt, dan dessert, penggunaan frozen fruit dapat menjadi alternatif yang lebih praktis.

Restoran dapat menggunakan buah beku sesuai kebutuhan tanpa harus menyimpan terlalu banyak buah segar yang memiliki masa simpan lebih pendek.

Frozen strawberry, blueberry, raspberry, mixed berries, dan berbagai jenis frozen fruit lainnya dapat digunakan untuk berbagai menu minuman maupun dessert.

3. Gunakan Produk Sesuai Porsi

Penggunaan frozen food juga perlu disertai standar porsi.

Contohnya, jika satu porsi menu menggunakan 100 gram french fries, restoran dapat menetapkan standar tersebut kepada seluruh tim dapur.

Dengan standar porsi yang konsisten, penggunaan bahan baku menjadi lebih terkontrol dan risiko bahan terpakai secara berlebihan dapat dikurangi.

Selain mengurangi food waste, standar porsi juga membantu restoran menjaga konsistensi rasa dan menghitung food cost.

4. Terapkan Sistem FIFO

Menggunakan frozen food bukan berarti restoran tidak perlu memperhatikan stok.

Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah FIFO atau First In, First Out, yaitu produk yang lebih dahulu masuk digunakan lebih dahulu.

Setiap produk sebaiknya diberi penanda tanggal penerimaan dan ditempatkan dengan sistem yang memudahkan staf mengambil stok lama terlebih dahulu.

Restoran juga perlu mengikuti petunjuk penyimpanan dan suhu yang direkomendasikan pada kemasan produk.

5. Evaluasi Bahan yang Paling Banyak Terbuang

Restoran sebaiknya tidak hanya membeli frozen food, tetapi juga melakukan evaluasi.

Catat bahan apa yang paling sering terbuang dan penyebabnya.

Misalnya:

  • French fries terlalu banyak dimasak
  • Buah segar terlalu matang
  • Sayuran tidak habis digunakan
  • Bahan baku rusak karena penyimpanan
  • Stok tidak sesuai dengan jumlah penjualan

Dari data tersebut, restoran dapat menentukan bahan mana yang lebih cocok menggunakan produk frozen.

Frozen Food Membantu Efisiensi Operasional

Mengurangi food waste bukan hanya tentang mengurangi jumlah makanan yang dibuang. Dampaknya juga berkaitan dengan efisiensi biaya restoran.

Semakin sedikit bahan baku yang terbuang, semakin banyak bahan yang dapat diubah menjadi produk yang menghasilkan pendapatan.

Karena itu, penggunaan frozen food dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pengelolaan bahan baku, terutama untuk restoran dan cafe dengan volume penjualan yang cukup tinggi.

Pilih Supplier Frozen Food yang Tepat

Penggunaan frozen food akan lebih efektif jika restoran memiliki supplier yang mampu menyediakan produk secara konsisten.

Hal yang perlu diperhatikan antara lain ketersediaan stok, variasi produk, kualitas, kemasan, serta kemampuan supplier memenuhi kebutuhan bisnis.

Kongkie Malindo menyediakan berbagai kebutuhan frozen food untuk bisnis kuliner, mulai dari frozen fruits, french fries, frozen vegetables, hingga berbagai produk frozen lainnya.

Dengan pengelolaan stok yang tepat, frozen food bukan hanya menjadi bahan baku praktis, tetapi juga dapat membantu restoran mengontrol penggunaan bahan dan mengurangi risiko food waste.

Jika Anda sedang mencari supplier frozen food untuk restoran, cafe, hotel, catering, atau bisnis kuliner lainnya, Kongkie Malindo dapat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bisnis Anda.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× +6281231314443