Menjadi agen frozen food memiliki peluang bisnis yang menarik karena produk dapat dipasarkan kembali ke berbagai segmen, mulai dari toko frozen food, restoran, katering, hingga konsumen retail.
Namun, keuntungan agen tidak hanya ditentukan oleh harga beli. Cara memilih supplier dan mengelola pembelian juga sangat berpengaruh terhadap margin dan kelancaran bisnis.
Berikut lima kesalahan yang sebaiknya dihindari agen frozen food.
1. Hanya Membandingkan Harga
Harga murah memang menarik, tetapi bukan berarti selalu menjadi pilihan terbaik.
Agen perlu melihat keseluruhan biaya, termasuk ongkos pengiriman, minimum order, kualitas produk, hingga konsistensi stok.
Harga beli yang sedikit lebih tinggi tetapi didukung supply yang stabil bisa lebih menguntungkan dibandingkan mendapatkan harga murah namun sering mengalami kekosongan stok.
2. Tidak Memastikan Ketersediaan Stok
Salah satu masalah yang dapat mengganggu bisnis agen adalah produk yang tiba-tiba tidak tersedia.
Ketika pelanggan sudah terbiasa membeli produk tertentu tetapi agen tidak memiliki stok, peluang penjualan bisa hilang.
Karena itu, sebelum bekerja sama, agen sebaiknya mengetahui bagaimana kemampuan supplier dalam menjaga ketersediaan produk, terutama untuk barang yang memiliki tingkat permintaan tinggi.
3. Membeli Terlalu Banyak Produk Sekaligus
Memiliki banyak pilihan produk memang terlihat menarik. Namun, agen perlu berhati-hati agar tidak menumpuk stok yang perputarannya lambat.
Pembelian sebaiknya didasarkan pada data penjualan dan karakter pasar yang dilayani.
Produk dengan permintaan tinggi dapat diberikan porsi stok lebih besar, sementara produk dengan perputaran lebih lambat sebaiknya dibeli secara lebih terukur.
4. Tidak Memperhatikan Kondisi Penyimpanan
Frozen food membutuhkan penyimpanan yang sesuai.
Agen perlu memastikan kapasitas freezer cukup untuk menampung stok dan menjaga produk dalam kondisi penyimpanan yang sesuai dengan ketentuan produk.
Pengelolaan stok juga penting agar produk yang lebih dahulu masuk dapat diprioritaskan untuk dijual terlebih dahulu.
Dengan manajemen penyimpanan yang baik, risiko kerusakan dan pemborosan stok dapat diminimalkan.
5. Tidak Memikirkan Potensi Jangka Panjang
Kesalahan lainnya adalah memilih supplier hanya berdasarkan transaksi pertama.
Padahal, bisnis agen membutuhkan kerja sama yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Supplier yang baik idealnya mampu mendukung kebutuhan agen ketika volume penjualan meningkat, menyediakan berbagai kategori produk, serta memiliki sistem pemenuhan order yang jelas.
Memilih Supplier yang Mendukung Bisnis Agen
Bagi agen frozen food, supplier bukan hanya tempat membeli barang. Supplier merupakan bagian dari rantai pasok yang ikut menentukan kemampuan agen dalam memenuhi permintaan pelanggan.
Karena itu, sebelum bekerja sama, pertimbangkan beberapa aspek seperti harga, kualitas, ketersediaan stok, variasi produk, kapasitas supply, penyimpanan, dan kemampuan memenuhi order secara rutin.
Kongkie Malindo menyediakan berbagai produk bahan makanan untuk kebutuhan B2B, mulai dari french fries, hashbrown, beef, tenderloin NZ, salmon, strawberry, blueberry, cranberry, paprika, sweet corn hingga dry spaghetti.
Dengan pilihan produk yang beragam, agen dapat memiliki lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar yang dilayani.
Pada akhirnya, keberhasilan bisnis agen frozen food bukan hanya tentang mendapatkan harga beli yang murah, tetapi bagaimana mendapatkan produk yang tepat, memiliki perputaran yang baik, dan didukung supplier yang mampu menjaga kontinuitas supply.

Tinggalkan Balasan