Cara Membuat Sistem Restock Frozen Food agar Tidak Kehabisan Stok

by

in

Kehabisan bahan baku bisa menjadi masalah serius bagi restoran, cafe, hotel, catering, maupun bisnis kuliner lainnya. Ketika produk yang dibutuhkan tidak tersedia, operasional dapur dapat terganggu dan pelanggan berpotensi kecewa.

Karena itu, bisnis kuliner membutuhkan sistem restock frozen food yang teratur. Dengan sistem yang tepat, stok dapat dipantau dengan lebih mudah, risiko kehabisan produk dapat dikurangi, dan pembelian bahan baku bisa dilakukan secara lebih efisien.

Mengapa Sistem Restock Frozen Food Penting?

Frozen food memang memiliki masa simpan yang relatif panjang jika disimpan sesuai ketentuan. Namun, bukan berarti stok dapat dibiarkan tanpa pengawasan.

Restoran yang memiliki banyak menu biasanya menggunakan berbagai produk frozen, seperti french fries, frozen vegetables, frozen fruits, beef, seafood, dan produk lainnya.

Jika tidak ada pencatatan stok yang jelas, beberapa masalah dapat muncul:

  • Produk tiba-tiba habis saat jam operasional
  • Pembelian dilakukan secara mendadak
  • Stok menumpuk dan memenuhi freezer
  • Modal terlalu banyak tertahan dalam persediaan
  • Sulit mengetahui produk yang paling cepat habis

Sistem restock membantu bisnis menentukan kapan harus membeli dan berapa jumlah yang perlu dibeli.

1. Catat Semua Produk Frozen Food

Langkah pertama adalah membuat daftar seluruh produk frozen yang digunakan.

Misalnya:

Produk Stok Minimum Pemakaian Harian
French fries 10 kg 3 kg
Frozen strawberry 5 kg 1 kg
Frozen vegetables 5 kg 1 kg
Beef 10 kg 2 kg

Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan kapan produk harus dipesan kembali.

Tidak harus menggunakan sistem yang rumit. Spreadsheet sederhana pun sudah cukup untuk bisnis skala kecil dan menengah.

2. Hitung Rata-Rata Pemakaian

Setelah daftar produk dibuat, hitung rata-rata pemakaian setiap produk.

Contohnya, cafe menggunakan french fries:

  • Senin: 3 kg
  • Selasa: 4 kg
  • Rabu: 3 kg
  • Kamis: 4 kg
  • Jumat: 5 kg
  • Sabtu: 6 kg
  • Minggu: 5 kg

Total pemakaian selama satu minggu adalah 30 kg atau rata-rata sekitar 4,3 kg per hari.

Data ini jauh lebih berguna dibanding hanya mengandalkan perkiraan.

3. Tentukan Stok Minimum

Setiap produk sebaiknya memiliki batas stok minimum atau minimum stock level.

Misalnya rata-rata penggunaan french fries adalah 4 kg per hari dan waktu pengiriman dari supplier membutuhkan sekitar 2 hari.

Restoran dapat menetapkan stok pengaman untuk mengantisipasi peningkatan penjualan atau keterlambatan pengiriman.

Dengan demikian, pemesanan tidak dilakukan ketika stok sudah benar-benar habis.

4. Tentukan Reorder Point

Reorder point adalah titik ketika restoran harus mulai melakukan pemesanan kembali.

Sederhananya:

Reorder Point = Pemakaian Harian × Lead Time + Safety Stock

Sebagai contoh:

Pemakaian french fries = 4 kg/hari
Lead time supplier = 2 hari
Safety stock = 5 kg

Maka:

4 × 2 + 5 = 13 kg

Artinya, ketika stok french fries mendekati 13 kg, restoran sebaiknya mulai melakukan pemesanan kembali.

Angka tersebut dapat disesuaikan dengan pola penjualan dan kondisi bisnis.

5. Siapkan Safety Stock

Safety stock merupakan stok cadangan untuk menghadapi kondisi tidak terduga.

Misalnya terjadi peningkatan jumlah pelanggan pada akhir pekan atau ada keterlambatan pengiriman dari supplier.

Tanpa safety stock, restoran berisiko kehabisan bahan baku.

Namun, safety stock juga tidak boleh terlalu besar karena kapasitas freezer dan modal bisnis tetap harus diperhitungkan.

6. Bedakan Produk Fast Moving dan Slow Moving

Tidak semua frozen food memiliki kecepatan penjualan yang sama.

Produk seperti french fries mungkin digunakan setiap hari dalam jumlah besar, sementara produk tertentu hanya digunakan beberapa kali dalam seminggu.

Kelompokkan produk menjadi:

Fast moving
Produk yang cepat habis dan harus lebih sering dipantau.

Medium moving
Produk dengan tingkat penggunaan sedang.

Slow moving
Produk yang jarang digunakan.

Produk fast moving sebaiknya memiliki sistem monitoring yang lebih ketat agar tidak tiba-tiba habis.

7. Perhatikan Kapasitas Freezer

Salah satu kesalahan dalam restock adalah hanya memperhitungkan kebutuhan tanpa memperhitungkan kapasitas penyimpanan.

Membeli frozen food dalam jumlah besar memang dapat terlihat lebih efisien, tetapi jika freezer terlalu penuh, pengaturan produk menjadi lebih sulit.

Karena itu, jumlah pembelian harus mempertimbangkan:

  • Kapasitas freezer
  • Kecepatan penjualan
  • Frekuensi pengiriman
  • Minimum order supplier
  • Modal yang tersedia

8. Gunakan Sistem FIFO

Stok yang masuk lebih dahulu sebaiknya digunakan lebih dahulu melalui sistem FIFO (First In, First Out).

Saat produk baru datang, jangan langsung meletakkannya di bagian depan.

Atur produk lama agar lebih mudah diambil terlebih dahulu dan beri penanda tanggal penerimaan jika diperlukan.

Sistem ini membantu restoran menjaga keteraturan persediaan dan mengurangi risiko produk tersimpan terlalu lama.

9. Evaluasi Stok Secara Berkala

Sistem restock tidak cukup dibuat sekali lalu dibiarkan.

Lakukan evaluasi secara rutin, misalnya setiap minggu atau setiap bulan.

Periksa:

  • Produk apa yang paling cepat habis?
  • Apakah ada produk yang sering menumpuk?
  • Apakah safety stock terlalu tinggi?
  • Apakah jadwal pengiriman supplier sudah sesuai?
  • Apakah penggunaan bahan sesuai dengan penjualan?

Dari evaluasi tersebut, jumlah stok minimum dan jadwal pembelian dapat disesuaikan.

10. Pilih Supplier dengan Pengiriman yang Konsisten

Sistem restock akan lebih mudah diterapkan jika restoran memiliki supplier yang dapat memenuhi kebutuhan secara konsisten.

Selain harga, pertimbangkan juga ketersediaan produk, variasi produk, kualitas, kapasitas pemenuhan pesanan, serta jadwal pengiriman.

Bagi restoran, cafe, hotel, catering, dan bisnis kuliner dengan kebutuhan frozen food rutin, hubungan dengan supplier yang dapat diandalkan sangat penting.

Kesimpulan

Sistem restock frozen food yang baik tidak harus rumit. Hal terpenting adalah mengetahui berapa banyak produk yang digunakan, kapan harus melakukan pemesanan, berapa stok minimum yang dibutuhkan, dan berapa banyak safety stock yang perlu disiapkan.

Dengan pencatatan yang teratur, restoran dapat mengurangi risiko kehabisan bahan baku sekaligus menghindari stok berlebihan.

Kongkie Malindo menyediakan berbagai kebutuhan frozen food untuk bisnis kuliner, mulai dari french fries, frozen fruits, frozen vegetables, hingga berbagai produk frozen lainnya.

Untuk bisnis yang membutuhkan pasokan frozen food secara rutin, sistem stok yang baik ditambah supplier yang tepat dapat membantu operasional dapur menjadi lebih lancar dan terkontrol.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× +6281231314443