Bagi distributor frozen food, mengisi gudang bukan sekadar memilih produk sebanyak mungkin. Setiap produk yang masuk harus dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pasar, kemampuan penyimpanan, perputaran stok, hingga potensi penjualannya.
Kesalahan dalam memilih produk dapat membuat stok terlalu lama berada di gudang. Sebaliknya, jika terlalu sedikit variasi produk, distributor bisa kehilangan peluang ketika pelanggan mencari bahan tertentu.
Lalu, apa saja yang biasanya perlu diperhatikan sebelum sebuah produk frozen dipilih untuk masuk ke gudang?
1. Ada Tidaknya Permintaan dari Pelanggan
Pertimbangan pertama adalah kebutuhan pasar.
Distributor perlu mengetahui produk seperti apa yang banyak dicari oleh pelanggan. Pelanggan dapat berasal dari restoran, hotel, café, bakery, katering, supermarket, maupun distributor lain.
Misalnya, restoran mungkin membutuhkan french fries secara rutin, sedangkan café lebih banyak membutuhkan frozen fruit untuk minuman dan dessert.
Produk yang memiliki pasar jelas tentu lebih mudah direncanakan stoknya.
2. Seberapa Cepat Produk Bisa Berputar?
Produk frozen membutuhkan ruang penyimpanan dan pengelolaan stok.
Karena itu, distributor perlu memperhatikan perputaran stok. Produk yang cepat terjual memiliki karakter berbeda dengan produk yang hanya dibeli sesekali.
Bukan berarti produk dengan penjualan lebih lambat tidak layak disimpan. Namun, jumlah stoknya perlu disesuaikan dengan tingkat permintaan.
Dengan begitu, ruang gudang dapat digunakan secara lebih efisien.
3. Ukuran dan Jenis Kemasan
Satu jenis produk bisa memiliki beberapa pilihan ukuran kemasan.
Distributor perlu mempertimbangkan ukuran mana yang paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Restoran dengan konsumsi tinggi mungkin membutuhkan kemasan besar, sedangkan pelanggan dengan kebutuhan lebih kecil mungkin memilih kemasan yang berbeda.
Variasi ukuran juga dapat membuka peluang untuk melayani tipe pelanggan yang lebih beragam.
4. Kebutuhan Penyimpanan
Tidak semua produk membutuhkan perlakuan penyimpanan yang sama.
Distributor perlu memastikan kapasitas freezer atau cold storage yang tersedia mampu menangani produk yang akan disimpan.
Hal ini penting karena semakin banyak jenis produk yang masuk, semakin kompleks pula pengaturan ruang penyimpanan.
Penataan gudang yang baik juga membantu proses pengambilan barang dan pengendalian stok.
5. Umur Simpan Produk
Shelf life menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengelolaan frozen food.
Distributor perlu mengetahui masa simpan produk dan menyesuaikan jumlah stok dengan kemampuan pasar menyerap produk tersebut.
Produk dengan masa simpan yang cukup panjang dapat memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan persediaan, tetapi tetap membutuhkan sistem rotasi stok yang baik.
6. Konsistensi Pasokan
Produk yang memiliki permintaan tinggi membutuhkan pasokan yang relatif dapat direncanakan.
Bayangkan sebuah restoran sudah menggunakan produk tertentu dalam menu mereka, tetapi distributor kesulitan menyediakan kembali ketika stok habis.
Karena itu, distributor tidak hanya perlu melihat apakah produk tersebut laku, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan pasokannya.
7. Kesesuaian dengan Segmen Pelanggan
Tidak semua produk cocok untuk semua pelanggan.
French fries, misalnya, dapat memiliki pasar yang luas di restoran dan café. Sementara produk seperti salmon, tenderloin, atau frozen berries mungkin lebih banyak digunakan oleh bisnis kuliner dengan jenis menu tertentu.
Distributor perlu memahami siapa calon pengguna produk sebelum menentukan jumlah dan jenis stok.
8. Harga dan Struktur Margin
Harga pembelian tentu menjadi salah satu pertimbangan distributor.
Namun, harga tidak dapat dilihat sendirian.
Distributor juga perlu memperhitungkan biaya penyimpanan, distribusi, handling, potensi kerusakan, serta margin yang dapat diperoleh.
Produk dengan harga beli rendah belum tentu menjadi pilihan yang tepat jika perputarannya lambat.
Sebaliknya, produk dengan harga lebih tinggi dapat tetap menarik apabila memiliki pasar yang jelas dan perputaran yang baik.
9. Potensi Cross-Selling
Distributor juga dapat melihat hubungan antara satu produk dengan produk lainnya.
Pelanggan yang membeli french fries mungkin juga membutuhkan produk frozen lainnya untuk kebutuhan dapurnya.
Restoran yang membeli salmon dapat memiliki kebutuhan terhadap bahan lain untuk menu pendamping.
Karena itu, produk baru dapat dipertimbangkan bukan hanya berdasarkan penjualan produknya sendiri, tetapi juga berdasarkan kemampuannya membuka kebutuhan produk lainnya.
10. Kesesuaian dengan Kapasitas Distribusi
Produk yang bagus tetap perlu didukung sistem distribusi yang sesuai.
Distributor perlu mempertimbangkan wilayah pengiriman, kapasitas kendaraan, kebutuhan cold chain, serta frekuensi pengiriman.
Semakin luas wilayah distribusi, semakin penting perencanaan logistik dilakukan sejak awal.
11. Apakah Produk Memiliki Pengguna yang Jelas?
Sebelum memasukkan produk ke gudang, pertanyaan sederhananya adalah:
“Siapa yang akan membeli produk ini?”
Jika jawabannya jelas, distributor akan lebih mudah menentukan strategi stok dan pemasaran.
Pengguna dapat berupa restoran, hotel, café, bakery, katering, supermarket, atau bisnis kuliner lainnya.
Sebaliknya, produk yang tidak memiliki target pengguna yang jelas berpotensi lebih sulit dipasarkan.
12. Produk Tidak Harus Selalu Banyak, tetapi Harus Tepat
Mengelola gudang frozen food bukan tentang memiliki produk sebanyak-banyaknya.
Yang lebih penting adalah memiliki kombinasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan kemampuan distribusi.
Produk yang tepat dapat membantu distributor mengoptimalkan ruang penyimpanan, menjaga ketersediaan barang, sekaligus memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten.
Kongkie Malindo untuk Kebutuhan Produk Frozen Food
Sebagai importir dan distributor, Kongkie Malindo menyediakan berbagai pilihan produk untuk kebutuhan bisnis makanan, mulai dari french fries, frozen fruit, frozen vegetable, salmon, tenderloin, hingga produk frozen dan dry food lainnya.
Kebutuhan setiap bisnis tentu berbeda. Restoran, café, hotel, bakery, katering, maupun distributor dapat memiliki kebutuhan produk dan volume yang berbeda pula.
Karena itu, pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan jenis usaha, kebutuhan pelanggan, kapasitas penyimpanan, dan pola pembelian.
Dengan perencanaan tersebut, gudang tidak hanya menjadi tempat menyimpan produk, tetapi menjadi bagian penting dari sistem distribusi yang membantu bisnis berjalan lebih efisien.

Tinggalkan Balasan